Tampilkan postingan dengan label Ngangkot Experience. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngangkot Experience. Tampilkan semua postingan

28 Feb 2012

Gang of Ababil

Pas pulang siang-siang hari Selasa, 23 Februari kemarin awalnya biasa aja, sepi angkotnya cuman ada beberapa orang. Pas nyampe di SMPN 1 Wagir ternyata pas pulang sekolah jadinya angkot itu lalu dipenuhi oleh Ababil cowok dan cewek yang pake baju pramuka (Padahal hari Selasa, aku bener-bener nggak tahu kenapa hari itu mereka pakai pramuka).
Beberapa meter kemudian aku turun. Saat aku membayar aku langsung diomongin. Yang dibilang cantiklah, bikin kelepek-kelepeklah deelel, oleh cewek atau cowok. Dasar ababil, ngomongin orang kok di depannya, nunggu bentar kek sampai aku pergi dan angkotnya jalan. Nggak sopan banget :3
Btw, jurusanku kan pendidikan bahasa Inggris, kalau mau bekerja sesuai jurusan berarti aku harus mengajar anak-anak SMP atau SMA, berarti anak-anak ababil dong, Huwaaa,,, Tidaakk,,,

25 Feb 2012

Wanginya Seger

Tadi pagi aku harus berangkat ke kampus buat ngurusin nilaiku yg belum keluar. Seperti biasanya aku naik angkotlah. After I was waiting a few minutes in front the gate of my housing, the angkot came. Aku naik dan ternyata angkot itu dipenuhi oleh buruh-buruh salah satu pabrik rokok di Wagir (FYI, di Wagir ada beberapa pabrik rokok yang pegawainya sebagian besar adalah wanita).
Karena yang kosong ada di angkot bagian belakang jadi aku menuju kesana melewati mereka yang memakai seragam polo biru dongker kombinasi merah dengan bordiran lambang merk rokok pabrik tempat mereka bekerja.
Hidungku mencium bau tembakau yang bercampur keringat tapi aku tidak menutup hidung karena aku sudah terbiasa dengan baunya (karena sudah lama tinggal di Wagir sini yang mana bau tembakau itu sudah biasa banget) dan takut menyinggung perasaan mereka.
Setelah aku duduk, mereka yang tadi berhenti mengobrol ketika aku naik langsung berceloteh lagi, kali ini topiknya aku. Aku cuek saja, karena aku sedang membalas SMS dari temanku.
Omongan yang aku dengar kira-kira seperti ini,
"Wih, langsung mambune seger mari mbak iki mlebu angkot (langsungbaunya segar setelah mbak ini masuk angkot)."
"Wangi men(banget). Nggak koyok kene sing mambu mbako (Nggak kayak kita yang bau tembakau)"
"Panteslah, sing buru adus pasti wangi (yang baru mandi pasti wangi)"
Aku cuman menundukkan muka sambil mengutak-atik hapeku karena malu.
Setelah itu mereka seperti mengumpulkan uang supaya membayarnya bersama-sama.
"Wis mbayar kabeh? (Sudah bayar semua?)"
"Uwes, sing gurung mbak ayu cilik iki loh. (Sudah, yang belum mbak cantik kecil ini loh)"
"Engko wayahe mudun yow mbayar. (Nanti waktunya turun ya bayar)"
"Hihihihihi."
Mereka lalu turun di Pasar Lemah Dhuwur. Aku rasa mereka mau shopping sama-sama.
Alhamdulillah, sudah berakhir cobaan ini.

See you in the next post, kiss by Baby,

Sayang Anak

Dulu pas zaman sekolah dulu, Papiku selalu berusaha buat nganter jemput aku, supaya aku nggak naik angkot atau jalan kaki. Nggak tahu karena kuatir aku diculik, atau kasihan biar aku nggak capek, kepanasan, atau uang jajannya abis. Tapi aku rasa karena dia sayang sama aku kali ye,, (iyalah beib...) secara aku anak bontot gitu kan. Karena selalu dijemput itulah kadang aku malu soalnya kesannya aku manja banget gitu. Makanya aku kadang-kadang memberontak dan berbohong (Maaf, papi, Ampuni aku ya Allah) dengan bikin alasan macem-macem supaya aku bisa pulang naik angkot sama teman-teman atau jalan sama sahabatku sambil saling curhat.

Pas zaman sekolah jarang banget dibela-belain naik angkot sampai bohong-bohong gitu, sekarang malah kebalikannya. Aku tiap hari bolak balik PP naik angkot. Pertama naik GS (Gadang-Sumbersuko) angkot warna merah maroon (biar agak keren dikit, walaupun sebenarnya angkotnya nggak keren sama sekali :p) dari rumah kakakku di Wagir terus berhenti di Kacuk dan naik angkot apa aja yang menuju utara yaitu ke kampusku di daerah Sukun.
Tiap ke kampus selalu begitu, pulang dan berangkat. Sampe bosen, capek dan muak, (bahasamu, beib). Walaupun begitu banyak kejadian lucu yang terjadi selama ngangkot itu.

So, pantau terus yah, ( Pantau? kayak John Pantau aja, hehehe)

See you in the next post, kiss by Baby,

GO Food Festival

Jadi hari Minggu kemarin aku pergi ke Malang City Point salah satu mall di Malang tepatnya di Jalan Terusan Dieng no. 32. Jadi Macipo ini t...